|
Mading Ekstra Original (MAESTRO) SMP Pembangunan |
|
Selasa, 30 Desember 2008 |
 Karya tulis siswa memang harus dihargai oleh setiap guru. Walaupun karya tulis yang di berikan oleh anak itu hanya sejenis kata-kata yang kurang bagi kita tapi sebenarnya itu dah cukup bagi dia, karena seorang anak akan merasa puas dengan mencoret selembar kertas dengan kata-kata yang di anggap ada arti. Setelah di Survey ternyata anak-anak SMP Pembangunan mengisi mading hanya dengan gambar-gambar dan puisi-puisi. Berarti dapat kita ukur, kemampuan seorang anak SMP memang sebatas mencoret dan menulis singkat. Nah, itu lah yang perlu dibina oleh guru supaya anak-anak itu bisa mengarahkan tulisan singkatnya dengan mengembangkan kedalam bentuk sastra serta gambar-gambar yang mereka buat juga dijadikan sebuah karya tulisa yang sangat berarti.
Hasil wawancara Bapak Wakil Kurikulum SMP Pembangunan beberapa hari yang lalu dapat di simpulkan menurut beliau "setiap yang ditulis itu akan menjadi ilmu tambahan bagi mereka dan aspirasi yang dirasa kurang menurut mereka akan selalu dikembangkan dengan adanya media yang disebut MADING". Adapun mading ini yang bertemakan MAESTRO (Mading Ekstra Original) sangat diperlukan arti yang dalam supaya anak-anak itu tau apa yang dimaksud dengan ekstra original.
Setiap siswa perlu penjelasan bagaimana dan apa yang harus di pasang atau di tempel di mading. Nampaknya Anak-anak SMP Pembangunan antusias sekali dengan Mading, itu juga suatu kebanggaan guru-guru SMP Pembangunan dengan anak yang bisa memiliki karya dan kreatifitas sesuai keinginan mereka. Karya mereka dilihat oleh orang lain, itu juga suatu kebanggaan bagi mereka sendiri. Sebagaimana yang di lontarkan oleh Buk Kepala SMP Pembangunan (Drs. Mislinda R.) anak-anak sekarang memang dibilang kreatif, sebab dia menyempatkan diri menulis atau berkarya walaupun tugas-tugas wajibnya di kelas memang banyak yang tidak selesai. Jadi itulah yang disebut kreatif. Harapan Buk Mis ini kepada setiap guru, kaitkanlah setiap pelajaran dikelas dengan MADING sehingga anak-anak itu ikut antusias dengan pelajaran dikelas. Karena mereka merasa setiap pelajaran yang dia terima memiliki karya yang dihargai oleh orang lain. Dan mereka tidak merasa pelajaran yang mereka terima di kelas tidak hanya untuk dia saja, tapi juga dibanggakan ke orang lain. Pelajaran yang erat kaitannya dengan Mading ini tentu saja Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Mudah-mudahan akan ada lagi anak-anak yang membuat karya tulis yang di paparkan oleh anak pada media teknologi seperti di internet, majalah, maupun internet.
Oleh : Hendry
|